STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, April 18, 2014

Unknown

CentOS


CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL).

Sejarah
Pada bulan Juni 2006, para pengembang utama distro Tao Linux, kloning RHEL, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proyek tersebut dan menggantinya menjadi CentOS development. Para pengguna Tao linux kemudian bermigrasi menggunakan rilis CentOS menggunakan "yum update".
Di bulan Juli 2009, baru diketahui bahwa pendiri CentOS, Lance Davis, telah menghilang sejak 2008. Lance Davis telah menghentikan kontribusinya terhadap proyek tersebut, namun tetap memegang kewenangan atas registrasi domain CentOS dan akun PayPal. Pada bulan Agustus 2009, Tim CentOS melaporkan telah berhasil menghubungi Davis dan mengambil alih kewenangan atas domain centos.info dan centos.org.
Di Bulan Juli 2010, popularitas CentOS meningkat tajam melompati Debian sebagai distribusi linux terpopuler untuk server web, digunakan hampir 30% dari total keseluruhan server web berbasis linux. Walaupun begitu,Debian mendapatkan kembali posisinya pada Januari 2012.

Desain
RHEL merupakan distribusi linux berbayar yang menyediakan akses terhadap update atas perangkat lunak dan beragam jenis dukungan teknis. Distribusi linux ini sebenarnya merupakan gabungan dari sejumlah peragkat lunak yang didistribusikan dibawah Lisensi perangkat lunak bebas dan kode sumber atas paket perangkat lunak ini dirilis ke publik oleh Red Hat sebagai bagian dari kesepakatan dalam lisensi yang digunakan.
Para pengembang CentOS menggunakan kode sumber dari Red Hat, dikompilasi dengan tujuan membuat sebuah produk final yang sangat mirip dengan RHEL. Semua hal-hal yang berkaitan dengan merek dagang ataupun logo kemudian diubah disebabkan Red Hat tidak mengijinkan mereka untuk mendistribusikan ulang logo tersebut.
CentOS tersedia secara gratis, dukungan teknis utamanya disediakan terhadap para pengguna melalui milis, forum berbasis web, ataupun chat. Proyek CentOS tidak berafiliasi dengan Red Hat, sehingga proyek CentOS berjalan tanpa mendapatkan bantuan apapun dari Red Hat. Untuk penggalangan dana, CentOS berbasis donasi dari para pengguna serta sponsor dari perusahaan-perusahaan yang menggunakannya.

Read More

Wednesday, April 16, 2014

Unknown

Subdomain

Subdomain adalah bagian dari sebuah nama domain induk. Subdomain umumnya mengacu ke suatu alamat fisik di sebuah situs contohnya: wikipedia.org merupakan sebuah domain induk. Sedangkan id.wikipedia.org merupakan sebuah sub domain. Biasanya, subdomain ada di depan domain dan dipisah dengan titik, seperti id.wikipedia.org. id merupakan subdomain wikipedia, sedangkan wikipedia itu sendiri adalah domain induk. Subdomain juga sebagai Third level domain.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Subdomain
Read More

Tuesday, April 15, 2014

Unknown

Virtual Host

Virtual hosting adalah sebuah metode untuk hosting beberapa nama domain (dengan penanganan yang terpisah dari masing-masing nama) pada satu server yang (atau kolam renang server). Hal ini memungkinkan satu server untuk berbagi sumber daya, seperti memori dan prosesor siklus, tanpa memerlukan semua layanan yang diberikan untuk menggunakan nama host yang sama. Istilah virtual hosting biasanya digunakan dalam referensi untuk server web tetapi prinsip-prinsip membawa ke layanan internet lainnya.
Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah shared hosting web . Web shared hosting harga lebih rendah dari dedicated server web karena banyak pelanggan dapat di-host pada server tunggal. Hal ini juga sangat umum bagi badan tunggal untuk ingin menggunakan beberapa nama pada mesin yang sama sehingga nama dapat mencerminkan layanan yang ditawarkan daripada di mana layanan tersebut terjadi untuk menjadi host.
Ada dua jenis utama dari virtual hosting, berdasarkan nama dan berbasis IP. Nama berbasis virtual hosting menggunakan nama host yang disajikan oleh klien. Ini menghemat alamat IP dan administrasi overhead yang terkait tetapi protokol dilayani harus memberikan nama host pada titik yang tepat. Secara khusus, ada kesulitan yang signifikan dengan menggunakan nama-berbasis virtual hosting dengan SSL / TLS . IP berbasis virtual hosting menggunakan alamat IP yang terpisah untuk setiap nama host, dan dapat dilakukan dengan protokol tetapi membutuhkan alamat IP khusus untuk setiap nama domain yang dilayani. Port-based virtual hosting juga mungkin pada prinsipnya tetapi jarang digunakan dalam praktek karena tidak bersahabat dengan pengguna. Contoh-contoh yang VMS.
Nama-based dan IP berbasis virtual hosting dapat dikombinasikan: server mungkin memiliki beberapa alamat IP dan melayani beberapa nama pada beberapa atau semua alamat IP. Teknik ini dapat berguna ketika menggunakan SSL / TLS dengan sertifikat wildcard. Sebagai contoh, jika server operator memiliki dua sertifikat, satu untuk *. Example.com dan satu untuk * example.net., Ia bisa melayani foo.example.com dan bar.example.com off alamat IP yang sama tetapi akan membutuhkan alamat IP yang terpisah untuk baz.example.net.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_hosting 
Read More

Monday, April 14, 2014

Unknown

DNS (Domain Name System)

Pengertian:

Sistem Penamaan Domain ; SNR (bahasa Inggris: (Domain Name System; DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).

Sejarah:

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, seluruh komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya dengan baik secara baku maupun melalui cara konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut di atas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS pada tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Teori Kerja DNS

Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
  • DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
  • recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
dan ...
  • authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain
Read More